Sementara ini umat Islam memahami perubahan bulan baru dipicu oleh munculnya tanda awal bulan. Namun demikian, kalau kita melihat dari detak 1 detik atom cessium-133 sebagai standar 1 detik saat ini, akan dapat terlihat mekanisme akumulatif yang memicu setiap satuan waktu pada kalender menuju awalnya kembali.
Pranoto Hidaya Rusmin
5 Ramadhan 1447 H
Kita mulai dengan detak 1 detik atom cessium-133 akan selalu berjalan secara otonom (mandiri, otomatis). Setiap detak akan menambah waktu 1 detik sehingga muncul nilai akumulatif 1, 2, 3,…, 57, 58, 59, 60=0. Saat nilai akumulatif menjadi 60, langsung jadi 0, dengan memicu detak penambahan 1 pada unit waktu di atasnya, yaitu menit.
Membangun logika jam akumulatif dari satuan terkecil hingga terbesar memerlukan pemahaman tentang struktur hirarki waktu. Logikanya sederhana: setiap satuan waktu memiliki “kapasitas” maksimal, dan ketika kapasitas itu terlampaui, ia akan mengirimkan sinyal pemicu ke satuan berikutnya. Inilah yang menjadi pemicu perubahan internal jam dan kalender.
Berikut adalah mekanisme akumulatif tersebut secara sistematis:
1. Logika Dasar: Overflow & Reset
Setiap komponen jam bekerja dengan prinsip modulo (sisa bagi). Jika variabel mencapai batas tertentu, ia kembali ke nol dan menambah angka pada satuan di atasnya.
| Satuan | Batas Maksimum (Modulus) | Syarat Carry (Pemicu) |
|---|---|---|
| Detik | 60 | Jika Detik = 60, maka Detik = 0 & Menit + 1 |
| Menit | 60 | Jika Menit = 60, maka Menit = 0 & Jam + 1 |
| Jam | 24 | Jika Jam = 24, maka Jam = 0 & Hari + 1 |
2. Mekanisme Kalender (Hari, Bulan, Tahun)
Mekanisme ini lebih kompleks karena jumlah hari dalam sebulan tidak konstan.
- Akumulasi Hari: Hari bertambah setiap Jam mencapai 24. Namun, batas maksimum hari bergantung pada Bulan dan Tahun.
- Akumulasi Bulan: Jika Hari melewati batas maksimum bulan berjalan 29 atau 30, maka Hari kembali ke 1 dan Bulan bertambah 1.
- Akumulasi Tahun: Jika Bulan mencapai akhir hari dari bulan ke 12, maka Bulan kembali ke 1 dan Tahun bertambah 1.
Setiap nilai akumulatif mencapai batas maksimum unit waktu (60 detik, 60 menit24 jam, 29 atau 30 hari, 12 bulan) akan kembali ke awal unit waktu kembali.
Awal bulan kalender itu muncul karena nilai akumulatif berupa jumlah hari satu bulan kalender, yaitu 29 atau 30 hari, telah tercapai.
Keakuratan Perkataan Nabi dalam hadis Umat yang ummi dan Hadis rukyah hilal sebagai Nilai Modulus Unit Bulan
Hadis Umat yang Ummi

Perkataan Nabi:

Bulan itu demikian dan demikian, yakni suatu kali 29 hari dan suatu 30 hari
Inilah nilai modulus pada unit bulan dalam KHGT.
Perkataan Nabi pada Hadis Rukyah Hilal

Inilah nilai modulus pada unit bulan dalam KHGT
Struktur KHGT
Perkataan Nabi saw digunakan sebagai modulus pada unit bulan KHGT, yang bersifat global. Satu bulan dalam kalender hany a memiliki satu nilai modulus, 29 atau 30hari.

Begitu nilai modulus tercapai, dimulai kembali awal bulan kalender.
Nilai modulus ini tercapai ketika detak 1 detik atom cessium-133 mencapai nilai 60 detik, menambah nilai menit menjadi 60 menit, menambah nilai jam menjadi 24 jam, lalu detik berikutnya sudah masuk bulan baru dalam kalender.
itulah mengapa yang ditentukan adalah jumlah hari satu bulan kalendernya, bukan awal bulan kalendernya.
Wallahu a’lam