Sumber Pengetahuan Islam

Islam menjadi unik karena memiliki sumber pengetahuan berupa Al Quran dan Sunnah Nabi, yang menyatu dengan ciptaanNya di seluruh dimensi eksistensi dan pada diri manusia sendiri.

Pranoto Hidaya Rusmin


Manusia diciptakan sebagai makhluk berpengetahuan

Asal usul pengetahuan mencakup semua entitas yang digunakan individu untuk memperoleh data, informasi, bukti empiris, dan atribut, yang kemudian dapat diubah menjadi pengetahuan.

Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda) seluruhnya, kemudian Dia memperlihatkannya kepada para malaikat, seraya berfirman, “Sebutkan kepada-Ku nama-nama (benda) ini jika kamu benar!” (Al Baqarah [2]: 31)

Nama-nama itu merupakan representasi pengetahuan dari semua entitas ciptaan Tuhan.

Kalau diperhatikan para Imam madzhab itu mengambil sumber pengetahuan sama yaitu dari Al Qur’an dan Hadisnya, dan terdapat perbedaan sumber pengetahuan untuk selain itu. Saat ini kita menjadikan Al Qur’an dan Sunnah Nabi sebagai dua sumber pengetahuan utama Islam, dan Fenomena alam juga dari Allah. Selain itu fenomena sosial juga dapat menjadi sumber pengetahuan, kemudian sistem-sistem buatan manusia dan yang campuran antara fenomena alam, sosial, dan sistem buatan manusia. Dalam hal ini mesti diturunkan karakteristik sumber pengetahuan yang dapat dijadikan acuan, dapat diakses oleh semua orang, dan sebagainya (ini butuh kajian sedikit menggali filsafat ilmu untuk mendalami ontologi dari sumber pengetahuan)

Tetapi secara garis besar, Karakteristik sumber pengetahuan Islam ada 2 jenis:

  1. Dari Allah dan Rasul adalah Al Qur’an dan Sunnah Nabi
  2. Realitas: ini ada yang dari Allah yaitu fenomena alam. Termasuk manusia dan fenomena sosial terkait dengan komunitas manusia. Sedangkan sistem buatan manusia itu lebih banyak ada kreativitas manusia di dalamnya. Seperti sistem yg menggunakan teknologi, apalagi AI, itu sistem buatan manusia.

Sumber pengetahuan ini menjadi acuan bagi kedua potensi manusia berupa Akal pikiran dan Jiwa-qolbu, Yang nantinya terbagi menjadi 2 potensi dasar berupa Rasionalitas dan spiritualitas Islam. Kata Islam melekat karena menggunakan sumber pengetahuan berupa Al Qur’an dan Sunnah Nabi. Dua hal ini terkait dengan sumber pengetahuan dan eksistensi alat pengetahuan dalam diri manusia. Inilah nanti yang akan membedakan epistemologi pada Rasionalitas dan spiritualitas Islam. Dua jalan berbeda yang menyatu saling melengkapi


Kesadaran akan Ilmu

Sebelum ke epistemologi nya, perlu kita sadari bersama bahwa semua ini dari Allah sebagai pondasi tauhid, Dia lah sumber seluruh eksistensi ini dan semuanya juga akan kembali kepada Nya, sehingga kalau kita mendiskusikan realitas sebagai sumber pengetahuan, realitas yang hakiki itu adalah Allah, Tuhan semesta alam.

Selain itu, perlu membangun sikap dasar yang baik, yang banyak sekali ditunjukkan Al-Qur’an, Satu kelompok sikap dasar untuk qolbu-jiwa, kelompok lain sikap dasar untuk akal pikiran manusia. Memahami sikap dasar ini lalu diamalkan, akan menjadi karakter dasar umat Islam yang sangat cocok dengan ilmu. Ditambah wawasan tentang kehidupan ini yang juga banyak ditunjukkan oleh Al-Qur’an, Sehingga sebelum ke epistemologi seorang muslim memiliki 3 kesadaran

  1. Tauhid
  2. Diri sendiri
  3. Kehidupan di bumi dengan semua realitas nya.

Keilmuan Islam akan meliputi semua itu. Tauhid, kesadaran akan diri, dan wawasan kehidupan merupakan 3 kesadaran penting yang perlu dikembangkan dahulu sebelum berinteraksi dengan semua keilmuan yang eksis saat ini.

masih dalam proses penulisan…